Tes Kesuburan Pria

Tes Kesuburan Pria – Infertilitas adalah ketidaksuburan yang dialami baik oleh seorang pria maupun wanita. Untuk menunjang proses kehamilan, bukan hanya dari pihak wanita saja yang harus bekerja keras, namun untuk mendapatkan pembuahan faktor penunjang dari laki-laki dalam bentuk sperma kental yang sehat juga harus diperhatikan. Karena walaupun sel telur wanita sudah matang, namun jika sperma lelaki tersebut kurang sehat atau mengalami ketidaksuburan tidak akan mendapatkan kehamilan yang diinginkan.

Tes Kesuburan Pria

Tes Kesuburan Pria

PEMERIKSAAN KESUBURAN SPERMA

Cara memeriksakan dan melakukan Tes Kesuburan Pria dapat dilakukan dengan analisis sperma. Analisis sperma adalah pemeriksaan kesuburan yang paling mudah dilakukan dan dapat menyajikan data yang akurat dan terpercaya secara medis tentang kondisi kesuburan pria yang bersangkutan.
Tujuannya adalah untuk mengetahui kualitas sperma. Pemeriksaan ini tidak boleh disepelekan terutama oleh para pekerja laboratorium saat melakukan penyimpanan hingga pencitraan sperma dengan mikroskop khusus.

Sperma merupakan cairan yang tersusun dari berbagai produk organ-organ pada sistem reproduksi pria. Secara lebih rinci, komposisi di dalam sperma antara lain : spermatozoa, cairan yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar tambahan yang mengandung nutrisi dan pelindung spermatozoa serta pelumas. Berdasarkan komposisi tersebut, Tes Kesuburan Pria dengan analisis sperma akan mampu menghasilkan data yang akurat dan dapat dijadikan sebagai alat untuk mengukur dan menentukan tingkat kesuburan seorang pria.

ANALISA SPERMA

Tes kesuburan pria dilakukan dengan analisa sperma. Analisa sperma merupakan salah satu pemeriksaan yang dilakukan dengan tujuan atauu maksud untuk menilai fungsi dari organ reproduksi pria dan untuk membantu mengetahui apakah pria fertil atau infertile. Pemeriksaan semen pada pria diperiksa dari seluruh jumlah ejakulat. Karena itulah mengambilnya dari dalam tubuh dilakukan dengan cara masturbasi atau juga dengan cara koitus interuptus (bersetubuh dan waktu ejakulasi, hubungan intim kemudian dihentikan dan air mani tadi ditampung semuanya. Selain itu juga ada persetubuhan yang dilakukan dengan menggunakan kondom khusus. Dan sebelum Anda melakukan pemeriksaan maka biasanya pria dianjurkan unutk berpuasa dalam melakukan hubungan seksual selama kurang lebih 3-5 hari. Pemeriksaan semen yang paling baik dilakukan selambatnya adalah sejam setelah mendapatkan ejakulasi.

Semen merupakan cairan putih yang warnya kelabu pucat dan juga kekuningan yang keluar lewat uretra atau pipa dalam penis saat sedang ejakulasi. Fungsi dari semen adalah untuk membantu membawa jutaan dari sperma ke dalam saluran reproduksi wanita. Dari tes kesuburan pria lewat tes analisa sperma maka pemeriksaan analisis sperma biasanya mencakup :

  1. Volume jumlah sperma
  2. Waktu mencairnya sperma
  3. Jumlah sel sperma dalam 1 ml
  4. Gerakan sperma atau motilitas
  5. pH atau keasaman
  6. jumlah sel darah putih
  7. kadar fruktosa atau gula di dalam sperma

Dan biasanya dari hasil pemeriksaan tes kesuburan pria ini akan menentukan apakah ada suatu masalah reproduksi atau ketidaksuburan yang terjadi pada pria atau infertilitas, vasektomi yang berhasil dan apakah reversal atau menyambung kembali vasektomi bisa berhasil.

SPERMA SEHAT

Sperma sehat dikatakan normal jika memenuhi kriteria seperti :

  1. Volume sperma
    Dalam keadaan normal sperma yang baik akan menghasilkan minimal 2 ml-6,5 ml per ejakulasi terjadi. Sedangkan untuk sperma yang tidak normal biasanya volume sperma rendah dan juga berlebih yang akan menganggu kesuburan pria.
  2. Waktu mencair
    Dalam keadaan normal waktu mencair sperma biasanya akan terjadi kurang dari 30 menit. Sedangkan dalam keadaan tidak normal maka masa mencair bisa terjadi lebih lama yang merupakan suatu indikasi dari sperma kental dan mengalami infeksi.
  3. Jumlah sperma
    Jumlah sperma yang normal adalah sekitar 20-150 juta per ml. Dan dalam keadaan tidak normal maka jumlah sperma maka jumlah yang rendah yang kadang masih bisa memproduksi keturunan dengan lebih normal.
  4. Bentuk sperma
    Bentuk sperma yang normal minimalnya mempunyai sekitar 70% dari bentuk dan juga struktur normal. Sedangkan dalam keadaan tidak normal, maka biasanya sperma bentuknya kurang dari 15% yang disebut dengan Teratozoospsermia. Ini juga akan membuat sulitnya terjadinya kehamilan.
  5. Gerakan sperma
    Dalam keadaan sperma yang normal maka gerakan sperma yang normal mencapai 60% yang bergerak maju ke depan dan minimal 8 juta sperma dalam 1 ml akan bergerak normal lurus ke depan. Sedangkan dalam keadaan tidak normal maka biasanya besar gerak sperma tidak normal dan pada akhirnya akan menyebabkan masalah ketidaksuburan.
  6. pH
    Kadar asam dari semen yang normal adalah sekitar 7,1-8,0. Sedangkan dalam ketidaknormalan maka dalam keadaan asam yang tinggi atau rendah maka keasaman dari pH akan mebunuh sperma dan akan menganggu kemampuan mereka untuk bisa berenang menuju ke sel telur.
  7. Sel darah putih
    Keadaan normal sel darah putih dalam sperma yang sehat adalah tidak ada sel darah putih atau bakteri. Sedangkan dalam keadaan tidak normal biasanya menunjukkan bahwa sel darah putih yang banyak dan mengalami suatu infeksi.
  8. Kadar fruktosa atau gula
    Normalnya 300 mg per 100 mL ejakulat. Sedangkan dalam ketidaknormalan tidak adanya fruktosa yang menunjukkan bahwa tidak adanya suatu vesikula seminalis atau juga blockade dibagian organ ini.

Tes Kesuburan Pria


=====================================

>>> Suplemen Herbal Kesuburan Pria, Untuk Menambah Jumlah Sperma dan Menambah Kualitas Sperma, KLIK DISINI
=====================================


This entry was posted in Kesuburan Pria and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>